Sejarah Ninja Jepang Sebagai Intel Hebat di Balik Layar

Advertisement
Bagi sebagian besar orang tentunya nama atau sosok ninja sudah tidak asing lagi, terutama dengan munculnya tokoh ini di banyak film - film action. Karakter ninja juga dikenal oleh semua kalangan usia. Bagi anak-anak misalnya, siapa yang tidak kenal dengan Ninja Naruto, Hattori, dsb. Dibalik kesaktian dan kemampuan olah tubuhnya yang hebat, tokoh Ninja sendiri memiliki sejarah panjang di negara Jepang yang hingga saat ini tidak diketahui secara pasti siapa pendirinya. Hingga hari ini, catatan mengenai sejarah ninja jepang sangat sedikit, sehingga sangat sulit untuk menelusuri sejarah dan asal usulnya, ditambah lagi dengan hancurnya situs-situs dan bangunan penting peninggalan Ninja oleh karena usia.

 Sejarah Ninja Jepang Menurut Catatan Sejarah

Sejarah ninja jepang
Sejarah ninja jepang
Catatan mengenai sejarah ninja jepang sejauh yang diketahui, diduga bermula pada masa Heian (794 -1185 M). Pada masa peperangan dan konflik di negeri sakura itu, ilmu bela diri dan pertahanan sangat diperlukan. Salah satu ilmu bela diri ala biksu Shaolin banyak dipelajari dalam upaya untuk menyempurnakan tubuh. Dengan semakin meluasnya minat penduduk Jepang saat itu membuat sebagian kecil pelatih ilmu tersebut pergi ke tempat terpencil untuk mengasingkan diri. Mereka pun mendirikan desa di pedalaman dan pegunungan agar dapat mendalami ilmu dengan tenang.

Hal tersebut lambat laun berkembang menjadi sebuah desa yang dikenal dengan nama Desa Shinobi (desa para Ninja) yang menjadi cikal bakal sejarah ninja jepang. Para penduduk desa tersebut yang sebagian besar merupakan praktisi bela diri memang terkenal tertutup dari orang luar. Untuk melindungi desa mereka dari orang luar, gabungan praktisi tersebut menggunakan ritual mistis yang dikenal dengan nama Mikkyo untuk membungkus desa dengan lingkaran aura agar keberadaan desa tidak dapat ditemukan.

Awal Kemunculan Ninja

Kemunculan ninja pertama kali dalam sejarah pemerintahan dimulai pada akhir masa Heian oleh Togakure-ryu yang dipercaya sebagai klan tertua dalam organisasi ninja. Ninja Iga dan Kouga merupakan 2 aliran ninja yang melegenda dari Togakure-ryu, meskipun dalam sejarah juga mencatat bahwa keduanya merupakan musuh satu sama lain. Pada masa periode Sengoku, pasca peralihan masa Heian, keberadaan ninja mulai digunakan oleh para pejabat, tuan tanah, hingga pemerintahan. Masing-masing memiliki minimal seorang ninja sebagai kaki-tangan sekaligus intel mereka dalam mengumpulkan informasi penting.

Pada masa pemerintahan Ieyasu Tokugawa, peran ninja disebut-sebut sebagai kunci kesuksesan dalam kekuasaan Tokugawa dalam memuluskan taktik politik dan perangnya dengan bantuan master ninja Hattori Hanzou sebagai tangan kanannya. Sejarah Ninja Jepang juga seringkali digambarkan selalu bersaing / bermusuhan dengan para samurai. Pada masa kekuasaan Tokugawa Shogunate, keberadaan pendekar samurai memang mulai digunakan sebagai pengganti ninja sehingga banyak ninja yang kehilangan pekerjaannya dan beralih menjadi organisasi bayaran untuk menjalani berbagai misi rahasia. Mereka dapat menyamar menjadi apa saja, seperti menjadi pengemis, pekerja kebun, artis, pejabat, pelayan, salesman, biksu, penyair, bahkan pelacur (dilakukan oleh ninja wanita atau Kunoichi).

Fakta Mengenai Ilmu dan Kesaktian Ninja

Ninja dikenal sebagai prajurit serba bisa. Para ninja dibekali dengan kemampuan beladiri, olah tubuh, ilmu fisika, hingga kemampuan taktik. Para ninja sama sekali tidak menggunakan beladiri karate, judo, kempo, dll, karena pada masa itu semua jenis beladiri tersebut belum ditemukan. Mereka menggunakan ilmu beladiri kuno yang dinamakan Kenjutsu dan Ninjutsu, serta ilmu beladiri cina yang digabungkan.

Banyak sekali tayangan di film-film yang menunjukkan bahwa ninja memiliki kemampuan menghilang, mengendalikan hujan, melompat hingga ketinggian puluhan meter, serta ilmu mistis lainnya. Hal tersebut ternyata tidak benar. Cerita mengenai kesaktian ninja tersebut merupakan 'bumbu tambahan' yang sengaja dituliskan oleh para sastrawan, penulis buku, dsb, yang mulai bermunculan pada era damai di zaman Edo dengan maksud untuk membuat buku karangannya menjadi menarik.

Senjata Para Ninja

Dalam catatan sejarah ninja jepang juga mencatat aneka senjata yang dimliki oleh ninja, seperti: Kunai, Shuriken, Katana, Kusarigama, tetsu-bishi, dan banyak lagi. Semua senjata tersebut diciptakan oleh klan ninja sendiri sesuai dengan keperluan dan efektivitasnya masing-masing. Senjata para ninja dibuat dengan perhitungan tajam dan bersifat taktikal. Misalnya saja, Shuriken atau senjata pelempar yang berguna untuk melukai musuh dari jarak jauh. Kusarigama, untuk menghambat musuh yang mengejar, dan banyak lagi. Ninja juga dikenal sebagai klan yang menciptakan racikan kembang api pertama kali. Senjata ninja juga dikenal berbahaya. Tidak jarang, senjata-senjata tersebut diberi racun mematikan yang dapat membunuh secara perlahan. Selain itu, ninja juga memiliki aneka senjata untuk memanjat, menggali, hingga untuk beristirahat. Semuanya diciptakan sesuai kebutuhan dan keperluan. Jumlah senjata yang diciptakan para Ninja diperkirakan berjumlah ratusan jenis.
Senjata Ninja
Sebagian Senjata Para Ninja

Demikianlah informasi mengenai Sejarah Ninja Jepang Sebagai Intel Hebat di Balik Layar. Semoga bermanfaat :-)

artikel dinda-dimas lainnya mengenai:
Advertisement
Sejarah Ninja Jepang Sebagai Intel Hebat di Balik Layar | Artikel Konten | 5

0 comments:

Posting Komentar