Kisah Penderita Kanker Yang Sembuh Dari 3 Jenis Kanker

Advertisement
Kisah Penderita Kanker Yang Sembuh dari Kanker - Sembuh dari kanker memang bukan perkara gampang. Banyak kisah penderita kanker yang berujung pada maut, meskipun juga tak sedikit yang tetap mampu bertahan hidup setelah melewati keajaiban yang nampaknya mustahil terjadi. Sebut saja Lance Amstrong juara dunia balap sepeda yang mampu lepas dari kanker ganas stadium lanjut serta mampu bangkit kembali dan meraih juara dunia sejati.

Dari sekian banyak kisah penderita kanker yang sembuh dari kanker, barangkali anda harus membaca kisah tentang Dewi Yuliani yang mampu bertahan dan sembuh dari 3 jenis penyakit kanker yang menggerogoti dirinya. Ia diserang 3 jenis kanker secara beruntun dan sudah metastase ke otak. Bagaimana kisahnya?

Kisah Penderita Kanker Yang Sembuh dari Kanker

"Berdamai dengan kanker" adalah kalimat yang kerap terdengar dalam seminar mengenai kanker. Tapi, benarkah seseorang berdamai dengan kanker? "Tidak mudah menjalani hidup dengan kanker." ujar Dewi Yulita Krisnawati. Apalagi, beberapa jenis kanker seolah bergantian menyantroninya sejak ia berusia 26 tahun: kanker tiroid stadium 3A, lalu kanker payudara stadium 3B.

Ternyata kankernya ini sudah menyebar ke paru-paru dan metastase ke otak. Kabar baiknya, wanita luar biasa dan ibu 2 anak ini mampu bertahan dan di usianya kini, 42 tahun, ia dinyatakan sembuh dari kanker dan menjadi survivor (sebutan untuk orang yang sembuh dari kanker).

Penyakit kanker pertama yang menggerogoti dirinya bermula pada usia 26 tahun saat ia baru menikah. Pada saat usia kehamilan, tiba-tiba muncul benjolan pada lehernya yang dianggapnya hanya benjolan biasa saja yang dapat sembuh dengan obat-obatan biasa. 

Benjolan tersebut bertahan selama bertahun-tahun dan kerap membuat ibu Dewi kesulitan menelan, bahkan terkadang menyebabkan demam. Namun, ia hanya mengatasinya dengan obat penurun demam saja, hingga suatu hari benjolan membesar. Setelah memeriksakan diri, ia divonis terkena kanker tiroid yang harus dibedah. 

Kisah penderita kanker yang sembuh dari kanker tersebut juga ingat pada saat dokter bertanya kepadanya, "mengapa baru datang sekarang?" ,"nggak ngerti, dok!" lalu dijawabnya dengan santai sambil tertawa.

Dewi pun menjalani operasi 3 hari kemudian. Saat itu ia sama sekali tidak mengetahui tingkat bahaya penyakit yang dideritanya karena dokter hanya berkonsultasi dengan suaminya. Tetapi, ibu Dewi mulai merasa terkejut saat terbangun dari tidurnya paska menjalani operasi. Ia melihat dirinya berada di dalam ruang isolasi, melihat keluarganya berada diluar kaca. Ada yang sedang menangis, ada juga yang sedang berdoa. Lalu perawat yang menanganinya semua berpakaian hijau dan masker penutup hidung. 

Dirinya sama sekali tidak tahu apa-apa hingga salah satu teman yang menjenguknya bertanya mengapa dirinya bisa sampai terkena kanker.

Sembuh Dari Kanker, Namun itu bukan yang terakhir! 

Kisah penderita kanker yang sembuh dari kanker
Kisah penderita kanker yang sembuh dari kanker

Sesuai protokol pengobatan dan perawatan kanker, Dewi rutin memeriksakan diri setiap 6 bulan. Hanya berselang tahun, kanker yang sama kembali menyerang. Nampaknya dirinya belum sembuh dari kanker sepenuhnya! Karena pernah mengalami, kali ini Dewi lebih tenang. Ia menjalani pengangkatakn kalenjar tiroid, yang membuatnya rutin harus mengkonsumsi obat hormon sntetis sepanjang hidupnya.

Namun semangat ibu Dewi luar biasa. Bahkan ia ingin punya anak lagi, namun dokter menyarankan agar menundanya hingga 5 tahun lagi. Jika selama 5 tahun kanker tidak kembali, maka kecil kemungkinan kanker akan kembali menyerang.

5 tahun kemudian, paska melahirkan anak berikutnya di usia 32 tahun, ia mendapati adanya benjolan pada bagian payudara sebelah kiri. Saat itu ia mengira hanya sisa dari ASI dan dokter yang ia kunjungi pun hanya bilang itu hanya otot saja. Payudara terus membesar dan ia pun melakukan mammografi sendiri tanpa rekomendasi dokter, dari sana diketahui bahwa ia mengidap kanker payudara!

Dewi tak habis pikir, ia merasa kecolongan. Selama ini ia sudah menuruti semua petunjuk dokter dengan menjalani hidup sehat. Check up rutin pun dilakukan. Terus terang, "Karena sudah punya 2 anak, saya takut mati. Dulu disuruh operasi maju saja. Sekarang saya pilih pengobatan alternatif. Lagian, banyak kok kesaksian kisah penderita kanker yang sembuh" ujar ibu Dewi.

Saat itu, sang suami tidak setuju, namun tekad Dewi tidak bisa dipupus. Selama 6 bulan Dewi 'berburu' pengobatan alternatif. Dewi mengenang saat itu, metode pengobatan alternatif yang dilakukan adalah memindahkan penyakit kanker pada kambing. Syaratnya, jangan sampai terkena pisau operasi lagi atau kanker akan kembali menyebar.

Alih-alih sembuh, kondisi payudara kirinya bertambah parah. Kian bengkak dan mengeras. Kulit payudara mengerut seperti jeruk dan puting masuk ke dalam. Tiap malam ia menangis menahan sakit. Kanker payudara stadium 2B, dalam 6 bulan meningkat menjadi stadium 3B.

Karena tidak tahan, akhirnya ia kembali ke jalur pengobatan medis. Ia menjalani serangkaian pengobatan yang cukup berat: 4x kemoterapi, operasi masektomi, kemo lagi 2x dan 25x radiasi. Payudara kirinya diangkat, dokter menawarinya untuk implan tetapi ditolak.

Setelah menjalani serangkaian pengobatan, Februari 2008 diketahui bahwa kanker sudah menyebar ke paru-paru ibu Dewi. Ia kembali menjalani kemoterapi sebanyak 6x. Akibatnya, ia sempat mengalami pendarahan berupa menstruasi terus menerus selama 3 bulan. Setelah kuret baru darahnya berhenti.

Pada Februari 2009, ia merasakan pusing kepala yang tak tertahankan, mual dan muntah-muntah. Saat itu ia sudah bergantung pada CISC (Cancer Information & Support Center), sehingga sudah punya cukup informasi tentang kanker, termasuk berbagai jenis metastase (penyebaran) kanker, sehingga ia sudah mengetahui bahwa penyebaran kanker sudah sampai ke otak.

Rasa takut membayangi ibu Dewi. Banyak temannya sesama penderita kanker tidak bisa bertahan, ketika penyakit sudah metastatis ke otak. Ia hanya berpesan pada suami agar iklhas seandainya ia harus pergi.

Pengobatan yang ditempuh kemudian adalah emlalui pengambilan cairan di otak kecil dan Stereotactic Radiosurgery di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM), dan berhasil. Dengan pengobatan yang terkontrol dan menjaga ketat pola hidup sehat, sampai hari ini Dewi dinyatakan sembuh dari kanker. Sekarang ia giat memberi motivasi kepada penderita kanker.

Demikianlah kisah penderita kanker yang sembuh dari kanker. Semoga bermanfaat :-)

Artikel dinda dimas lainnya mengenai:
Advertisement
Kisah Penderita Kanker Yang Sembuh Dari 3 Jenis Kanker | Artikel Konten | 5

0 comments:

Posting Komentar