Mengenali Sensitifitas Kulit Bayi

Advertisement
Mengenali Sensitifitas kulit bayi
Mengenali Sensitifitas kulit bayi
Kulit bayi tipis dan sensitif. Bila keasamannya terganggu, mudah terjadi iritasi seperti biang kerintgat atau kepala berketombe. Pembersih lembut dengan asam laktat dan laktoserum dapat menjaga keseimbangan pH kulit bayi.

Gangguan dari luar seperti fisik (benturan), suhu udara, hingga mikroba, tidak langsung menyerang tubuh kita.. Itu karena tubuh kita mempunyai pelindung yang hebat; kulit. Organ terluas dari tubuh ini juga bertugas mempertahankan kelembaban, melindungi dari efek buruk sinar UV, hingga membantu mengatur suhu tubuh. Tak kalah penting, kulit dapat menerima cinta lewat sentuhan. Ini yang membuat kedekatan antara ibu dan anak tak akan bisa tergantikan, saat anak berada dalam dekapan sang ibunda.

Mengenali Sensitifitas Kulit Bayi

Kulit juga memiliki fungsi estetis; organ kulitlah yang pertama kali terlihat. Kulit yang sehat akan terlihat indah. Untuk itu, kulit perlu dirawat sejak bayi. Tentu, perawatan kulit bayi berbeda, karena kondisi kulit bayi jauh berbeda dengan kulit orang dewasa. 

Dibanding kulit orang dewasa, kulit bayi lebih sensitif dan 5x lebih tipis. Ini membuat kulit bayi rentan terhadap infeksi, iritasi dan alergi. Biang keringat (miliari) yang membuat kulit bayi gatal, kemerahan dan kasar seperti ada bintil-bintil, adalah salah satu gangguan kulit yang paling sering diderita bayi.

Ruam susu atau ruam popok juga sering terjadi. Ruam susu atau dermatitis atopik / eksim kerap muncul pada pipi, dahi, kepala dan leher; membuat kulit bayi ruam kemerahan dan kasar bersisik. Ada pun ruam popok sering terjadi di sekitar daerah kemaluan,. lipatan paha, pantata dan perut bagian bawah.

Yang juga kerap terjadi yakni cradle crap (ketombe), yakni kerak bersisik pada kulit kepala dan di belakang telinga bayi. Umumnya berwarna kekuningan atau kehitaman. Bayi juga bisa berjerawat, pengaruh dari hormon ibu.

Sekilas Tentang 'Mantel Bayi'

Semua gangguan di atas bisa terjadi atau memburuk, akibat perubahan pH kulit. Sebagai informasi, kulit kita secara alami bersifat asam, ada yang menyebut bahwa kulit kita memiliki 'mantel asam' (acid mantle) dengan pH sekitar 5. Keasaman ini harus dipertahankan karena dengan lingkungan yang sedemikian asam, bakteri yang bersifat patogen (jahat) tidak bisa berkembang biak. Tingkat keasaman yang tinggi juga mencgah kulit kehilangan minyak dan kelembaban alaminya.

Saat pH naik, kondisi kulit menjadi lebih basa / kurang asam. Akibatnya, bakteri mudah berkembang biak sehingga populasinya meningkat drastis. Kulit lebih rentan terhadap iritasi, infeksi, bahkan penyakit kulit. Juga, kulit bisa kehilangan minyak dan pelembab alami yang membuat kulit halus, lembut dan kenyal

Studi klinis menunjukkan, terdapat hubungan kuat antara pH dan gangguan pada kulit. Contoh-contoh kelainan kulit yang dapat terjadi jika terjadi peningkatan pH adalah eksim, jerawat dan peradangan pada daerah lipatan.

Agar pH kulit stabil, perlu mantel asam. Sayangnya, air (terutama yang mengandung klorin), deterjen dan sabun mandi dapat mengganggu pH kulit karena bersifat basa. Proteksi asami kulit hilang, sehingga kulit bayi menjadi kering, teriritasi dan rentan terhadap infeksi dan respon alergi.

Kulit bayi yang lembut dan sensitif membutuhkan pembersih khusus, yang tidak merusak pH kulit. Bisa digunakan yang mengandung zat alami ekstrak susu, seperti asam laktat dan laktoserum. Asam laktat adalah asam kulit alami yang menjaga keseimbangan kulit dan melindungi kulit dari keseimbangan kulit dari serangan bakteri. 

Ada pun laktoserum merupakan nutrisi biologis. Bagi jaringan kulit yang diekstrak dari susu, ia membantu meningkatkan manfaat asam laktat. Kedua zat ini bekerjasama membersihkan kulit dengan lembut, dan menjaga pH alami kulit sehingga berbagai gangguan akibat naiknya pH dapat dihindari.

Demikianlah informasi mengenai Mengenali Sensitifitas Kulit Bayi. Semoga bermanfaat.
Advertisement
Mengenali Sensitifitas Kulit Bayi | Artikel Konten | 5

0 comments:

Posting Komentar